Move On


ya, ini saatnya untuk move on.. setelah sekian bulan berada dalam “ketidak nyamanan” atau hal yang lainnya. Bukan mau menyalahkan yang lain, mungkin lebih banyak salahku karena belum bisa menyampaikannya. Bukan ingin meratapi masa lalu, hanya ingin menjadi lebih baik di masa depan. “Pindah” dari ‘keluarga’ satu ke ‘keluarga’ yang lain. Kalian keluargaku yang baru, tanpa harus melupakan keluarga lama. Untuk keluarga lama, aku masih mencintai kalian apa adanya. Untuk keluarga baru, aku pun coba mencintai kalian seutuhnya.

Penyesalan yang ada, semoga ia menjadi penegur bahwa banyak hal yang terlewat. Kesalahan yag lalu semoga tak terulang lagi kedepannya. Semoga penyesalan ini juga menambah dekat kita untuk beribadah pada-Nya, bukan justru menurunkan produktifitas kerja kita.

Doakan aku selalu istiqomah kawan..

Tegur saat ku salah, ingatkan saat ku lalai

Kuatkan saat ku lemah, pahamkan saat ku tak mengerti

Maaf kalau belum bisa berikan yang terbaik di hari yang lalu, semoga kedepan bisa jadi lebih baik

 

Uhibbukum fillah 🙂

Ini adalah Hari-hari yang TAKKAN Kembali


Kita tak ikut merasakan suasana peperangan di bukit uhud…
Atau merasakan kemenangan fenomenal pasukan Yarmuk…
Kita tak ikut serta menggali parit ditengah musim dingin yg menusuk…
Yerusalem yang takluk
Dan Konstantinopel yang bertekuk lutut…

Kita semua tak ada disana…
Tak ada nama kita dalam catatan Malaikat sebagai orang yang ikut serta
Faktanya..sekarang kita disini..Indonesia

Inilah hari hari yang takkan kembali
Maka RASAKANlah..
Rasakan setiap detail getarannya
Rasakan segala bentuk rintangannya

Ini adalah hari hari yang takkan kembali
Maka NIKMATIlah…
Nikmati setiap lelahnya
Nikmati semua dekap kebersamaannya
Setiap tetes keringat kita
Setiap langkah kaki kita
Setiap ketukan kita dari rumah ke rumah
Setiap malam yang kita gunakan untuk terjaga
Siang hari yang kita habiskan dibawah sang surya
Nikmatilah semuanya kawan

Karena ini adalah hari hari yang takkan kembali
Pastikan kali ini nama kita tak luput dari catatan malaikat

by @nastarabdullah

http://www.pkspiyungan.org/2014/03/ini-adalah-hari-hari-yang-takkan-kembali.html

Kita, Prasangka, Mereka


– Salim A Fillah

kita hidup di tengah-tengah khalayak
yang selalu berbaik sangka…

alangkah berbahayanya
terlalu percaya pada baik sangka mereka
membuat kita tak lagi jujur pada diri
atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu

tapi keinsyafan membuat kadang terfikir
bersediakah mereka tetap jadi saudara
saat tahu siapa kita sebenarnya
kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
dan… bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

inilah bedanya kita dengan Sang Nabi
dia dipercaya, karena dia dikenal
sebagai Al-Amin, orang yang terpercaya
sementara kita dipercaya, justru karena
mereka semua tidak mengenal kita…

yang ada hanya baik sangka…

maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
dengan berbuat sebaik-baiknya
atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

“ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka
dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu…”
atau doa seorang tabi’in yang mulia:
“ya Allah, jadikan aku dalam pandanganku sendiri
sebagai seburuk-buruk makhluk
dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah
dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia.”

(Dalam Dekapan Ukhuwah, hlm 199-200)

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .


papanbiru

Menurutmu Kami Bahagia ? Terlahir sebagai anak Kader. . .

Dalam banyak diskusi dan orang orang yang kutemui, mereka selalu berharap lahir dari pasangan kader. Menurut mereka dibesarkan | pastinya akan bahagia ketika orangtuanya adalah para kader.  Ah, aneh sekali bagiku ! Justru, aku begitu kagum ketika melihat hijrahnya seseorang dan perubahannya karena murni juang ia sendiri mencari hidayah | ada yang harus sembunyi sembunyi memakai kerudung, ada yang dibiarkan saja justru orang tua nya mendukung untuk berpacaran,dll. Entahlah, berapa banyak aku, kami yang dilahirkan dari asuhan tarbiyah sejak dalam kandungan yang juga berfikir seperti itu. Menurutmu kami bahagia ?

Bagi sebagian kami itu kebalikannya, yang ditakdirkan oleh Allah lahir dari rahim abi umi, yang sering disebut banyak orang sebagai anak kader. Ah, panggilan itu begitu menyesakkan. Karena kami dinilai dan dikenali dari abi umi kami. Kami dinilai apakah kualitas kami seperti abi umi. Setiap acara yang kami datangi selalu…

Lihat pos aslinya 749 kata lagi

Mendiagnosa Aktivis Dakwah Berpenyakit


dakwatuna.com – Penyakit hati yang menjangkiti aktivis dakwah ternyata memiliki karakteristik yang persis dengan penyakit fisik. Mari kita bandingkan.

Tubuh bila sakit jadi sulit bergerak. Berdiri susah, berjalan apalagi. Aktivis dakwah yang ‘sakit’ juga begitu. Ia sulit bergerak, berat, malas.

Tubuh jika sakit makan jadi tak enak, rasanya pahit, tak doyan makan.  Aktivis dakwah yang ‘sakit’ juga begitu. Dakwah rasanya tak nikmat, tak semangat.

Tubuh jika sakit ada saja keluhannya, yang ini ngilu, yang itu nyeri. Aktivis dakwah yang ‘sakit’ juga begitu, ada saja ngeluhnya, semua terasa salah.

Tubuh jika sakit bisa menular ke orang lain. Aktivis dakwah yang ‘sakit’ juga begitu, jadi contoh yang buruk, lalu ditiru, menyebar, dan jadilah futur berjama’ah. Baca lebih lanjut

Kutipan

Untukmu para pengemban Dakwah Allah


Untukmu para pengemban Dakwah Allah,
terkadang hak-hak pribadi tak dapat dipenuhi.
jangan bertanya kemana yang lain,
jangan bertanya kenapa kita sendiri,
jangan mengingat apa yang akan kita dapatkan,
jangan melihat apa yang telah kita korbankan,
karena sungguh Allah telah memilih kita.
Maka tetap sabar dan Ikhlas merupakan kesyukuran
ketika kita masih hidup dan masih bisa beramal dijalan ini

Sahabat Sang Nurani


image

Satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
Aku merasa tak layak akh, katanya

Aku tersenyum dan berkata
Jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan
Sungguh di dunia ini tak ada lagi
Orang yang layak memberi nasehat

Memang merupakan kesalahan
Jika kita terus saja saling menasehati
Tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
Dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

Tapi adalah kesalahan juga
Jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
Hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

Dan adalah kesalahan terbesar
Jika kita enggan saling menasehati
Hanya agar kita sendiri tetap
Merasa nyaman berkawan kesalahan

Subhanallah, di jalan cinta para pejuang
Nasehat adalah ketulusan
Kawan sejati bagi nurani
Menjaga cinta dalam ridha-Nya

Salim A. Fillah.
Jalan Cinta Para Pejuang, hal.283