Seharusnya, ikhwan dan akhwat itu..


01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan | jauhi setitik noda hati yang mempermainkan perasaan dua insan manusia

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noktah yg dapat hitamkan hati | read : buku canda ala Rosullah

03. menyenangkan memang dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau | Dan tertawa berlebihan salah salah satu penyebabnya, apalagi dengan lawan jenis

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah  |mana gadhul bashar yang sering kau dengung-dengungkan?

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat |sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat | bukankah itu munafiq? astaghfirullah..
[19:03 14/05/2014] U Novi: 06. pembelaan dirimu, ini “cuma” koordinasi, ini “cuma” pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat 

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti halal engkau melihatnya |menatapnya bukan cara hormati kemuliannya | Jika engkau hargai wanita, hargailah bahwa ia mahal untuk dilihat lekat seorang lawan jenis

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan |apalagi dengan terus menerus memborbardir inbox masing-masing

09. godaan dibalik kata-kata engkau semat, dengan setan lisan kau sarat | bekelindan dengan maksiat, bersama setan kelak ditamat | Senang? jelas, setan yang bermain di dalamnya membiaskan segala maksiat menjadi kenikmatan 

10. “uhibbuka fillah” dengan entengnya terucap, bagimu itu praktekkan sabda nabi |disitu setan menyesap, sekali lagi dosa diulangi
[19:03 14/05/2014] U Novi: 11. maksiat bertopeng dakwah | setan takkan pernah berhenti menggoda bahkan aktivis masjid muslim-muslimah | Bersihkan diri, Tazkiyatun nafs, perkokoh imanmu. Maka setan tak akan mampu membuatmu menjadi aktivis dakwah bertopeng 

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting |Efisiensi komunikasi apalagi dengan lawan jenis. Untuk mensucikan diri kita jangan setengah-setengah! totalitas!

13. menjadi aktivis Islam berarti menjadi buku terbuka yang siap dibaca dan ditiru | bukan menunjukkan yang keliru | mana dakwah yang katanya menjadi nafasmu sehari-hari?

14. menjadi pengemban dakwah berarti harus lebih menjaga diri, bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta |salah satunya menjaga interaksi ikhwan dan akhwat

15. tundukkan pandangan lebih utama, tahan interaksi tak perlu adl sikap terhormat | tak melembut-lembutkan suara, tentu lebih selamat | Buat para akhwat, hindari bercanda berlebihan. Suaramu terlalu cantik untuk kau pamerkan pada seorang ikhwan yang tak halal bagimu
[19:04 14/05/2014] U Novi: 16. kalaulah Rasul pikir interaksi ikhwan-akhwat penting, tentu Islam takkan batasi pergaulan | tapi Islam utamakan pencegahan |Mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Yuk, hati-hati dengan hubungan sosial kita

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karenanya riya akan bayangi amal dan jadikannya amal yang batal | Bisa jadi, karena ini amalmu yang katanya sudah menggunung dengan dakwah yang kau lakoni hancur berkeping tak bersisa karena seringnya kau melihat ‘yang tak halal bagimu’ bahkan kau tersenyum menikmatinya

 18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata | Rabb, sungguh dijadikan indah pada wanita. Stop berbicara yang tak penting pada lawan jenis agar dakwahmu berkah. Agar Allah meridhoi setiap langkah yang kita ambil

19. hanya mengingatkanmu teman | bagiku engkau pengemban dakwah lebih utama dari yang lain | tentu cinta kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam | dan kami takan relakan kalian jadi bulan-bulanan musuh yang tak sukakan Islam | bila hal seperti ini saja lemah, kau pasti terkoyak menghadapi musuh dengan hati yang ‘sakit’

21. bersabar sebentar takkan matikan cinta | ia justru akan arahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya | memang susah membedakan mana nafsu dan mana cinta. Tapi yakinlah, suatu saat kau akan menemukan bidadari/pangeranmu, insya Allah.

Di suat waktu 🙂
From : Ust. Felix Siauw

=================================
Jleb jleb banget taushiyah ustad yg satu ini.. T.T

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s