Merindu Perhatian(Mu)


Dulu pas masih ‘kecil’, banyak banget yang ngasih perhatian ke gw. Hal apapun, termasuk hal kecil. ‘Ayah’ yang bener2 ngebimbing, ‘kakak’ yang sangat peduli sama kondisi adik kecilnya ini. Diarahkan, dibimbing, diberi masukan. Di sms ketika tak kelihatan, di telpon ketika tak ada kabar. Sering muncul rasa rindu dengan sosok ayah dan kakak tersebut. Ada rasa yang nyaman, walau terkadang emang nyebelin.

Zaman berubah, kini gw udh ‘gede’. Bukan lagi anak kecil yg anggapan orang tak butuh banyak perhatian lagi. Walaupun sering masih kekanak-kanakan, kenyataannya sekarang gw lah yg harusnya jadi ‘ayah’ dan ‘kakak’ buat adik kecil yg sekarang. Dan ternyata, BERAT. Ada adik yang nakal, yg cerewet, yang manja dan dengan segala ulahnya yang lain. Ada yang minta dituntun kemana-mana, ada yang sering merengek meminta hal yang diinginkannya, ada yang diam tak pernah bicara.

Yang bisa diminta perhatian padaku hanyaMu. Tak apa tak ada orang lain yang memperhatikan, asalkan diri ini tak lepas dari pengawasanMu. Tak apa tak ada orang yang membimbing, asalkan diri ini tak luput dari bimbinganMu. Jangan sampai diri ini bergerak sendiri membimbing adik2, karena sejatinya diri inipun masih anak kecil yang haus akan perhatian. Walau begitu, jangan Kau jadikan diri ini, diri yang haus perhatian makhlukMu, haus perhatian orang yang mungkin tak perlu memperhatikanku. Semoga aku semakin dewasa.

 

Ditengah kesendirian, sayup2 adzan shubuh terdengar

Malang, 3 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s