Batu


ultrapelangi

Dua orang buruh bangunan berada di lokasi proyek.

Yang satu berada di puncak sedang melakukan pengecoran. Yang satunya lagi tidak jauh berada di bawahnya. Yang di puncak kekurangan semen sehingga dia perlu menginformasikan yang di bawah untuk membawakan adonan semen ke atas.

Buruh pertama mencoba berteriak pada buruh kedua. Tapi buruh kedua tidak mendengar. Mungkin suasana terlalu bising untuk mendengar.

Buruh pertama berteriak lebih keras lagi. Nihil

Buruh Pertama melempar kerikil.

Tuk! kena helm.

Tak! ada reaksi

Tuk! kena bahu.

Masih tak bergeming

Tuk! Kena sepatu

Nihil

Buruh pertama bingung, nyaris habis akal. Di sakunya ada 2 uang koin 5ratusan dan 2 lembar seribuan kertas.

Koin 5 ratusannya di lemparnya ke bawah kea rah buruh kedua.

Tuing!

Buruh kedua memungut koin 5ratus yang jatuh di depannya.

“Alhamduliillah Rejeki nih,lumayan bia nambahin beli rokok sebatang” kata buruh kedua sambil memasukkan koin 5ratus ke sakunya tanpa pikir panjang.

Buruh pertama  sempat kecewa…

Lihat pos aslinya 195 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s