I’m back


Kalo blog punya perasaan, mungkin ni blog udah ngambek gak mau dibuka. Pasalnya blog ini udah sekian bulan (sengaja) dianggurin ga pernah diisi postingan, ga pernah ditengok, login pun nggak. Tapi alhamdulillah blog ga perasa, apalagi sensitif (kaya yg punya). Iseng buka, buka proteksi, lihat2 blog2 sebelah udah jauh banget postingannya XD… keseringan main di domain sebelah (tumlbr:red)

saya coba aktifin lagi blog ini, banyak cerita yang ingin diungkap, banyak rasa yg ingin disampaikan, banyak hal-hal lain yg ingin dibagi. mulai detik ini, I’m back!! B)

Seharusnya, ikhwan dan akhwat itu..


01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan | jauhi setitik noda hati yang mempermainkan perasaan dua insan manusia

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noktah yg dapat hitamkan hati | read : buku canda ala Rosullah

03. menyenangkan memang dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau | Dan tertawa berlebihan salah salah satu penyebabnya, apalagi dengan lawan jenis

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah  |mana gadhul bashar yang sering kau dengung-dengungkan?

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat |sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat | bukankah itu munafiq? astaghfirullah..
[19:03 14/05/2014] U Novi: 06. pembelaan dirimu, ini “cuma” koordinasi, ini “cuma” pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat 

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti halal engkau melihatnya |menatapnya bukan cara hormati kemuliannya | Jika engkau hargai wanita, hargailah bahwa ia mahal untuk dilihat lekat seorang lawan jenis

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan |apalagi dengan terus menerus memborbardir inbox masing-masing

09. godaan dibalik kata-kata engkau semat, dengan setan lisan kau sarat | bekelindan dengan maksiat, bersama setan kelak ditamat | Senang? jelas, setan yang bermain di dalamnya membiaskan segala maksiat menjadi kenikmatan 

10. “uhibbuka fillah” dengan entengnya terucap, bagimu itu praktekkan sabda nabi |disitu setan menyesap, sekali lagi dosa diulangi
[19:03 14/05/2014] U Novi: 11. maksiat bertopeng dakwah | setan takkan pernah berhenti menggoda bahkan aktivis masjid muslim-muslimah | Bersihkan diri, Tazkiyatun nafs, perkokoh imanmu. Maka setan tak akan mampu membuatmu menjadi aktivis dakwah bertopeng 

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting |Efisiensi komunikasi apalagi dengan lawan jenis. Untuk mensucikan diri kita jangan setengah-setengah! totalitas!

13. menjadi aktivis Islam berarti menjadi buku terbuka yang siap dibaca dan ditiru | bukan menunjukkan yang keliru | mana dakwah yang katanya menjadi nafasmu sehari-hari?

14. menjadi pengemban dakwah berarti harus lebih menjaga diri, bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta |salah satunya menjaga interaksi ikhwan dan akhwat

15. tundukkan pandangan lebih utama, tahan interaksi tak perlu adl sikap terhormat | tak melembut-lembutkan suara, tentu lebih selamat | Buat para akhwat, hindari bercanda berlebihan. Suaramu terlalu cantik untuk kau pamerkan pada seorang ikhwan yang tak halal bagimu
[19:04 14/05/2014] U Novi: 16. kalaulah Rasul pikir interaksi ikhwan-akhwat penting, tentu Islam takkan batasi pergaulan | tapi Islam utamakan pencegahan |Mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Yuk, hati-hati dengan hubungan sosial kita

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karenanya riya akan bayangi amal dan jadikannya amal yang batal | Bisa jadi, karena ini amalmu yang katanya sudah menggunung dengan dakwah yang kau lakoni hancur berkeping tak bersisa karena seringnya kau melihat ‘yang tak halal bagimu’ bahkan kau tersenyum menikmatinya

 18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata | Rabb, sungguh dijadikan indah pada wanita. Stop berbicara yang tak penting pada lawan jenis agar dakwahmu berkah. Agar Allah meridhoi setiap langkah yang kita ambil

19. hanya mengingatkanmu teman | bagiku engkau pengemban dakwah lebih utama dari yang lain | tentu cinta kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam | dan kami takan relakan kalian jadi bulan-bulanan musuh yang tak sukakan Islam | bila hal seperti ini saja lemah, kau pasti terkoyak menghadapi musuh dengan hati yang ‘sakit’

21. bersabar sebentar takkan matikan cinta | ia justru akan arahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya | memang susah membedakan mana nafsu dan mana cinta. Tapi yakinlah, suatu saat kau akan menemukan bidadari/pangeranmu, insya Allah.

Di suat waktu🙂
From : Ust. Felix Siauw

=================================
Jleb jleb banget taushiyah ustad yg satu ini.. T.T

Me di mata mereka


Beberapa hari yang lalu, sempet galau dengan kepribadian gw. Fitengah kegundahan itu, tiba2 ada ode iseng, gw coba kirim sms ke beberapa temen gw. Isinya pertanyaan yang kurang lebih isinya “apa kelebihan & kekurangan gw sebagai partner?”
Gak disangka ternyata banyak yg ngerespon dan jawabannya cukup mirip2😀 Apa kata mereka?:

1. Perhatian sama rekan kerja
Entah ini mereka yg lebay atau emang beneran. Mereka senang ketika sekedar diberi hadiah, diberi sms taushiyah, atau diberi kabar klo ada yg milad. Ternyata efeknya ada ya, padahal ngirimnya iseng aja #eh😀
2. Sabar
Entah kenapa, klo sabar yang dimaksud adalah jarang marah itu iya banget. Ada sebenernya keinginan buat sekali-kali marah-marah (meskipun acting). Tapi kayanya udah bawaan darisananya, susah banget buat keturutan. Bahkan ada yg bilang gini “Sebenernya saya pingin sekali2 dimarahin klo kerjaan saya gak bener atau gak sesuai target”. (Trus aku kudu piye? -_-)
3. Kurang peduli
Ini salah satu sifat jelek yg cukup gw sadari. Bahasa lainnya ‘gak peka’. Klo rekan gw gak ngomong & cerita tentang permasalahan & kesulitannya, maka gw selalu nganggep dia baik2 aja. Dan gw pribadi emg gak suka ketika ada org lain ikut campur urusan gw, apapun itu, makanya gw jg gak suka nyampurin urusan orang.. (dan gw mesti belajar, mana urusan pribadi, mana urusan kerja)
4. Tenang, tapi kadang terlalu tenang
Saking tenangnya, katanya sih kurang ada dinamika dalam bergerak. Kurang ada gregetnya mungkin maksud mereka. Klo berkaca dr karakter gw (sanguin-plegmatis), memang sifatnya yg agak gak suka dgn perubahan & cenderung menghindari konflik. Tapi emang sekali2 kayanya perlu bikin kontroversi :p

Itu tadi kata mereka, klo menurut kalian?

Seperti aku, misalnya


Tidak semua orang kesepian saat dia sendirian. Terkadang, ada orang-orang yang menikmati aktivitas sendirian. Duduk sendirian di kafe, membaca sendirian di toko buku, menonton film sendirian, melakukan perjalanan jauh sendirian. Seperti aku, misalnya.

Tidak semua yang di tengah banyak orang tidak kesepian. Ada orang yang merasa dirinya sendirian di keramaian. Merasa asing dan tidak berkawan. Seperti aku, misalnya.

Merindu Perhatian(Mu)


Dulu pas masih ‘kecil’, banyak banget yang ngasih perhatian ke gw. Hal apapun, termasuk hal kecil. ‘Ayah’ yang bener2 ngebimbing, ‘kakak’ yang sangat peduli sama kondisi adik kecilnya ini. Diarahkan, dibimbing, diberi masukan. Di sms ketika tak kelihatan, di telpon ketika tak ada kabar. Sering muncul rasa rindu dengan sosok ayah dan kakak tersebut. Ada rasa yang nyaman, walau terkadang emang nyebelin.

Zaman berubah, kini gw udh ‘gede’. Bukan lagi anak kecil yg anggapan orang tak butuh banyak perhatian lagi. Walaupun sering masih kekanak-kanakan, kenyataannya sekarang gw lah yg harusnya jadi ‘ayah’ dan ‘kakak’ buat adik kecil yg sekarang. Dan ternyata, BERAT. Ada adik yang nakal, yg cerewet, yang manja dan dengan segala ulahnya yang lain. Ada yang minta dituntun kemana-mana, ada yang sering merengek meminta hal yang diinginkannya, ada yang diam tak pernah bicara.

Yang bisa diminta perhatian padaku hanyaMu. Tak apa tak ada orang lain yang memperhatikan, asalkan diri ini tak lepas dari pengawasanMu. Tak apa tak ada orang yang membimbing, asalkan diri ini tak luput dari bimbinganMu. Jangan sampai diri ini bergerak sendiri membimbing adik2, karena sejatinya diri inipun masih anak kecil yang haus akan perhatian. Walau begitu, jangan Kau jadikan diri ini, diri yang haus perhatian makhlukMu, haus perhatian orang yang mungkin tak perlu memperhatikanku. Semoga aku semakin dewasa.

 

Ditengah kesendirian, sayup2 adzan shubuh terdengar

Malang, 3 Mei 2014

Gw orangnya kaya gimana?


Gw termasuk orang yang sulit untuk menilai orang, bahkan untuk diri sendiri. Jadi paling sulit menjawab, ketika ditanya “Eh si A itu orangnya gimana sih?” “Si X cocok nggak kalo di begini kan?” “Kamu orangnya gimana?”, dll.

Kemudian gw sendiri pun penasaran, berhubung udah era modern gini, isenglah mencoba tes-tes kepribadian yang ada di internet.. Bermacam-macam tes dicoba, ada 2 tes yang rasanya paling mewakili untuk menjawab “seperti apa gw orangnya?”

1. SANGUINIS PLEGMATIS ; penjelasannya buka link ini >>

1.) http://rinni0885.wordpress.com/karakter-campuran/

2.) http://www.thecrowdvoice.com/post/4-tipe-kepribadian-manusia-cara-menaklukkannya-1210428.html

sanguin

2. REALIS SOSIAL ; penjelasannya liat ini >> http://www.ipersonic.net/id/7.html

ya.. cukup mirip lah, sekitar 90% cocok😀

Jadi, udah tau gw orangnya kaya gimana? tapi tetep aja masih banyak yg belum terungkap disini😀